Tips Dan Trik

7 Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

Mengelola Sampah Rumah Tangga merupakan hal yang sudah menjadi kebiasaan umum apabila sampah rumah tangga merupakan sampah yang paling banyak dihasilkan setiap harinya. Sampah pada rumah yang kian menumpuk dan tak segera dibuang tentunya memiliki dampak yang tak baik untuk penghuni. Di sinilah peran antar anggota keluarga diperlukan. Kesadaran akan pentingnya mengelola sampah menjadi tombak utama dalam menjaga rumah tinggal anda jauh dari kotor.  Lantas, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga?

1. Mengelola Sampah Menjadi 3 Bagian.

Pemisahan sampah ini mungkin memang telah lama disosialisasikan secara gencar. tetapi kenyataannya, masih banyak warga di perumahan yang tidak melakukannya dan menganggap sepele terhadap pemilahan sampah. Padahal, pemilahan sampah rumah ini perlu dilakukan guna memudahkan proses daur ulang sampah di Tempat Pembuangan Sampah. Hal ini pun sangat penting, jika kita tahu cara melakukan proses daur ulang maka secara tidak langsung kita telah membantu pemerintah melakukan pengelolaan sampah rumah tangga

Menurut Kepala Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Bapak I Made Djaja, untuk mengelola sampah rumah tangga, setiap rumah tinggal sebaiknya menyediakan tiga karung berukuran besar untuk menampung sampah. Karung pertama untuk sampah sisa makanan, kedua untuk sampah plastik, dan ketiga untuk sampah kertas.

Ahli Kesehatan Lingkungan Bapak I Made Djaja menambahkan, keuntungan dari memilah sampah tersebut mengurangi kesan jorok. “Beda jika  semua sampah masuk ke satu tempat sampah, itu jorok Nanti kalau mau dipilah lagi, akan repot. Belum lagi akan menimbulkan bau busuk yang menyengat. Bila antara sampah kertas, plastik, dan sisa makanan dipisah terlebih dahulu, sampah tersebut akan menjadi bersih,” ucap Made.

Mengelola sampah rumah tangga dengan membagi sampah menjadi 3 bagian, sampah rumah tinggal anda akan menjadi lebih tertata. Sebaiknya, buang sampah anda sebelum adanya penumpukan dari timbunan sampah. Jika rumah bebas dari timbunan sampah, kesehatan keluarga juga bisa lebih terjaga.

2. Mengganti tempat sampah rumah tangga .

Sebaiknya sudah tidak ada lagi tempat sampah di rumah. Yang ada hanyalah karung-karung sampah berukuran besar. Karung sampah dapat menampung sampah lebih banyak. Dengan begitu, sampah yang ada di rumah dapat langsung diangkut masuk ke Bank sampah yang ada di setiap wilayah perumahan. Selain itu,  Anda juga dapat memanfaatkan penggunaan ember untuk menampung sampah organik.

3. Mengelola Sampah dengan Bank Sampah.

Mengelola sampah dengan metode Bank sampah ini biasanya sudah ada di setiap RW sehingga penghuni rumah tidak mengalami kebingungan harus ke mana membuang sampahnya. Setorlah karung sampah Anda 2 minggu sekali. Selanjutnya, bank sampah tersebutlah yang kemudian meneruskan sampah Anda ke petugas sampah untuk diolah kembali.

4. Pastikan Botol yang Dibuang dalam Keadaan Kering.

Air di dalam botol apabila masih tersisa buanglah. Botol yang basah akan menimbulkan efek becek dan kotor. Hal inipun dapat menyebabkan bau busuk disekitar rumah anda

5. Buang Sampah Di Sore Hari.

Sampah organik lebih cepat membusuk dan bau merupakan sampah yang biasa ada di dapur. Bila sampah bertahan sampai malam hari di dapur, akan mengundang kecoa dan hewan lainnya. Untuk itu, pastikan cara anda membersihkan dapur sudah benar yaaa

6. Tempat sampah di rumah sebaiknya dalam keadaan tertutup.

Tempat sampah dalam keadaan tertutup akan menyebabkan bau tidak sedap yang dihasilkan oleh sampah tidak akan menyebar keluar ruangan

7. Lakukan Pengolahan Sampah dan Manfaatkan Kembali.

Sahabat Rumah Sederhana, meskipun terkesan tak berguna, nyatanya sampah rumah tangga yang kita buang masih bisa dimanfaatkan kembali. Dari sampah rumah tangga tersebut, yang harus segera dilakukan pengolahan adalah sampah sisa makanan yang kita makan. Bila dtidak segera diolah selama 3 hari atau lebih, sampah sisa makanan ini akan menimbulkan bau menyengat karena termasuk jenis sampah yang cepat membusuk. Sampah sisa makanan ini dapat diolah menjadi pupuk tanaman atau kompos.

Menurut Kepala Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Bapak I Made Djaja, mengimbau agar setiap penghuni  rumah membuat komposter sendiri untuk menghadapi masalah sampah rumah tangga. “Hanya perlu sediakan drum berwarna biru yang diberi lubang berukuran 20 cm x 30 cm sebagai tempat pembuat pupuk atau kompos. Isi drum tersebut dengan sampah organik setiap harinya. Setelah sekitar 1—2 bulan, sampah rumah tangga tersebut seharusnya sudah akan menjadi pupuk dan Anda bisa segera memanfaatkannya,” – I Made Djaja.

Apabila Anda tidak memiliki waktu luang untuk membuat pupuk kompos, I Made Djaja menyarankan untuk menyerahkannya ke tetangga sekitar yang mau mengelola sampah. Atau, letakkan saja sampah tersebut di depan rumah dalam keadaan terbungkus rapi untuk diangkut oleh para pengepul sampah.

Sedangkan sampah berbahan kertas dan sampah berbahan plastik, Anda bisa menjualnya ke pengepul sampah untuk ditimbang. Dengan menjualnya, Anda mendapat uang tambahan sekaligus berpartisipasi dalam menjaga kebersihan.

Saat ini, kita bersikap tidak boleh bersikap acuh terhadap cara mengelola sampah rumah tangga. Mari kita perbaiki keadaan sekitar dimulai dari rumah kita sendiri. Percayalah, dengan melakukan hal kecil ini, kebersihan rumah pun akan kita raih.

Cara mengelola sampah rumah tangga cukup mudah bukan?.Jika anda suka dengan artikel ini silahkan subscribe di kolom bawah, terimkasih semoga bermanfaat

Tags
Show More

Admin Rumah Sederhana

Rumah Sederhana adalah website yang menyediakan banyak artikel mengenai Desain Rumah, Denah Rumah, Tips Rumah yang menginspirasi anda semua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button